Senin, 13 April 2020

JURNAL 6 PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I

                                                                                                                                             JURNAL PRAKTIKUM  

KIMIA ORGANIK I







DISUSUN OLEH:



FITRIANTY

 (A1C118032)



DOSEN PENGAMPU

Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si







PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI   
2020


PERCOBAAN 6



I.   JUDUL                  : Reaksi - Reaksi Alkohol                                          dan Fenol 
II. HARI, TANGGAL   :Rabu, 15 April 2020
III.TUJUAN                :
    Adapun tujuan dari percobaan ini adalah:
  1. Dapat memebedakan sifat-sifat antara alkohol dan fenol.
  2. Dapat mengetahui jenis-jenis reaksi dan pereaksi yang digunakan untuk membedakan antara senyawa-senyawa alkohol dan fenol.
  3. Dapat mengetahui azas-azas dari reaksi alkohol dan fenoL.
IV.  LANDASAN TEORI
Menurut Tim Kimia Organik I (2016), fenol dan alkohol memiliki keasaman yang berbeda dan dapat berubah jika bereaksi dengan larutan basah membentuk garam natrium yang larut dalam air pada umumnya. Untuk membentuk alkoksida, maka atom H yang berasal dari gugus hidroksil baik pada alkohol maupun fenol ini dapat digantikan dengan Na. Pada reaksi ini, alkoksida dpat digunakan untuk katalis dalam berbagai reaksi organik. Perbedaan alkohol primer, sekunder, dan tersier dapat dilihat jika alkohol ini direaksikan oleh asam kromat, dimana alkohol tersier tidak dapat dioksidasi oleh asam kromat, sedangkan alkohol primer dan sekunder dapat dioksidasi oleh asam kromat. alkohol dan fenol juga dapat direaksikan dengan asam yang menghasilkan ester yang bercirikan aroma yang segar.
Menurut  Suminar (2013), alkohol dapat dikatakan sebagai isomer fungsional dimana terdapat molekul yang sama akan tetapi gugus fungsional yang berbeda. Alkohol juga dapat mengubah bentuk polarisasi cahaya seperti pada alkohol yang terdapat cahaya atom karbon asimetrik. atom ini memiliki 4 gugus yang berbeda dan berkaitan satu sama lain. Dalam kehidupan sehari-hari, alkohol berguna sebagai bahan bakar, apat mematikan kuman-kuman serta di bidang pendidikan seperti dilaboratrium sering digunakan sebagai pelarut maupun reagen. Panjang pendeknya gugus alki, banyaknya cabang, dan gugus hidrogen yang terikat pada atom karbon pada alkohol mempengaruhi kereaktifan alkohol.  
Senyawa yang dianggap penting dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-har adalah alkohol dan fenol. Alkohol dapat dioksidasi membentuk turunan aldehid, keton, eter, ester, dan asam karboksilat. Melalui reaksi substitusi oleh senyawa halogen, alkohol dapat menghasilkan senyawa turuna alkil halida, dan jika direaksikan oleh logamalkali menghasilkan gran alkoksida. Untuk membentuk senyawa tak jenuh juga didapat melalui dehidrasi alkohol.(http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/03/28/reaksi-alkohol-dan-fenol298/ )
Menurut Sahidin (2011), senyawa yang memiliki sifat hampir mirip dengan air yang membentuk ikatan hidrogen antar molekulnya disebut alkohol. ikatan hidrogen pada alkohol mempengaruhi suatu titik didih yang menyebabkan titik didih alkohol lebih tinggi jika dibandingkan dengan titik alkil halida ataupun eter padahal sama-sama mempunyai berat bobot yang sama. Selain titik titik didih, ternyata ikatan hidrogen mempengaruhi kelarutan alkohol dalam air hingga massa alkohol dalam air lebih kecil dari yang seharusnya.
Menurut Pasca (2011), dengan adanya gugus OH pada alkohol dan fenol menyebabkan adanya ikatan hidrogen pada molekul dan senyawa lain seperti air hingga kelarutan pada senyawa ini dapat dikatan rendah. dalam keseharian kita, banyak orang beranggapan bahwa alkohol itu terdapat pada minuman keras, dimana alkohol yang terkandung pada minuman ini adalah etil alkohol. sedangkan pada senyawa fenol jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
V. ALAT DAN BAHAN
     5.1 ALAT
       Adapun alat yang digunakan pada percobaan ini adalah:
  1. Tabung Reaksi
  2. Pipet Tetes
  3. Batang Pengaduk
  4. Timbangan
  5. Pemanas
  6. Kasa
  7. Gelas Kimia
     5.2 BAHAN
       Adapun bahan yang diperlukan pada percobaan ini yaitu:
  1. Etanol
  2. 2-Propanol
  3. Sek-butil Alkohol
  4. Sikloheksanol
  5. Fenol
  6. Kolestrol
  7. 2-Naffal
  8. Indikator PP
  9. Aseton
  10. Asam Sulfat Pekat
  11. Asam Asetat Glassial
  12. Larutan FeCl2 10%
  13. 1-Propanol
  14. n-butil Alkohol
  15. Ter Butil Alkohol
  16. Etilen Glikal
  17. Resorsinal
  18. O-Kresol
  19. NaOH
  20. Reagent Lucas
  21. Reagent Bordwell
  22. Willman
  23. Larutan Brom
  24. Trifenil Karbinal
VI. PROSEDUR KERJA
6.1. Kelarutan
  • dimasukkan kedalam 6 tabung reaksi 0,2-0,5 gr dari senyawa : etanol, n-butil alkohol, ter-butil alkohol, sikloheksanol, etilen glikol, dan fenol.
  • ditambah 2 mL kedalam setiap tabung.
  • diaduk, diamati, dan dicatat hasil pengamatan.
6.2. Reaksi Dengan Alkali
  • dimasukkan kedalam 4 tabung reaksi 0,2-0,5 gr dari senyawa :  n-butil alkohol, sikloheksanol, fenol, dan 2-naftol.
  • ditambah 5 mL NaOH 10% kedalam tiap tabung.
  • dikocok, diamati, dan dicatat hasilnya.
6.3. Reaksi Dengan Natrium
  • ditempatkan 2 mL pada tabung reaksi kering berlainan : 1-propanol, 2-propanol, dan o-kresnol.
  • ditambah sepotong logam Na kedalam tabung reaksi, dicatat hasilnya.
  • ditambah indikator pp pada larutan dan dicatat haslnya.
  • ditambah etanol secukupnya untuk menghilangkan semua natrium yang belum bereaksi, kemudian dibuang.
6.4. Pengujian Lucas
  • dimasukkan 2 mL reagen Lucas kedalam 4 tabung reaksi.
  • ditambah 5 tetesalkohol yang akan diuji ( 1-butanol, 2-butanol, sikloheksanol,  dan ter-butil alkohol).
  • dikocok dan dicatat waktunya hingga campuran menjadi keruh tau memisah menjadi 2 lapisan.
Larutan Reagent Lucas : dilarutkan 340 gr ZnClkering kedalam 230 HCl pekat                                                  yang dingin sambil didinginkan.
6.5. Oksidasi Dengan Asam Kromat (Pengujian Bordwell-Wellman)
  • dimasukkan 1 mL aseton kedalam 5 tabung reaksi.
  • masing-masing tabung ditambah 1 tetes cairan alkohol yang hendak diuji (2-butanol, tr-butil alkohol, kolesterol, dan trifenil karbinol).
  • digoncang hingga larutan jernih.
  • ditambah 1 tetes reagent Bordwell-wellman sambil digoncang.
Larutan Reagent Bordwell-Wellman : dilarutkan 25 gr anhidrat kromatid dalam                                                                      25 asam sulfat pekat, kemudian diencerkan                                                                     dengan 75 mL air suling
6.6. Reaksi Fenol Dengan Brom
  • kedalam tabung reaksi yang berisi larutan fenol 0,1 gr fenol didalam 3 mL air ditambahkan air brom sambil digoncang hingga warna kuning tak berubah lagi. 
6.7. Reaksi Fenol Dengan Besi (III) Klorida
  • kedalam 3 tabung reaksi dilarutkan 1 tau 2 kristal yang akan diuji (fenol, resorsinol, dan 2-propanol) dalam 5 mL air.
  • tiap tabung ditetesi 1-2 tetes besi (lll) klorida.
  • diaduk dan diamati hasilnya.
Vidio yang mencakup judul praktikum ini terdapat dalam linkm dibawah ini:
https://youtu.be/xotWCss9bVI

Dari vidio didapat beberapa permasalahan yaitu:

  1. Dari video yang telah dipaparkan, reaksi apa yang terjdi jika suatu senyawa alkohol di tambah dengan RCOOH?
  2. Untuk mendapatkan hasil ester, pereaksi apa saja yang digunakan jika reagennya adalah alkohol?
  3. Faktor apa yang menyebabkan pada uji iodoform terdapat 2 lapisan pada campuran?

3 komentar:

  1. Assalamualaikum, hai Fitrianty, saya Cici Indah Septiana akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1. Reaksi yang terjadi adalah reaksi esterifikasi. Pembentukan ester melalui asilasi langsung asam karboksilat terhadap alkohol. Terima kasih Wassalamualaikum

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum wr wb, saya Resa Ovelia Hamsar dengan NIM A1C118034 akan menjawab pertanyaan nomor 2. Senyawa-senyawa alkohol bereaksi dengan asam-asam karboksilat membentuk ester-ester organik sebagai analog dari ester-ester yang terbentuk dari senyawa-senyawa alkohol dengan asam oksigen dan organik.

    BalasHapus
  3. Baiklah, saya Ryan Willianto (A1C118019) akan menjawab pertanyaan fitrianty nomor 3.

    Faktor yang menyebabkan 2 lapidan pads uji iodoform adalah massa jenis suatu senyawa dan kelarutan suatu senyawa dengan senyawa lain. Pada uji iodoform, didapatkan CHCl3 yang mengendap atau berada di lapisan bawah. Hal ini terjadi karena kelarutannya yang kurang baik dalam larutan ion asetat dan kerapatan CHCl3 yang cukup besar. Kerapatan molekul yang besar akan membuat massa jenis menjadi besar.

    BalasHapus