JURNAL 4 PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I
DISUSUN OLEH:
FITRIANTY
(A1C118032)
(A1C118032)
DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN 4
I. JUDUL :Reaksi-Reaksi Hidrokarbon
II. HARI, TANGGAL : Rabu, 04 Maret 2020
III. TUJUAN
Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu:
- Dapat memahami apa saja sifat-sifat kimia hidrokarbon alifatik jenuh, tak jenuh dan aromatik.
- Dapat memahami jenis reaksi yang membedakan tiga golongan senyawa hidrokarbon.
- Dapat mengetahui cara dan teknik pengujian ketiga golongan senyawa hidrokarbon.
IV. LANDASAN TEORI
Menurut Tim Kimia Organik 1 (2016), senyawa organik yang mengandung karbon dan hidrogen disebut hidrokarbon. Berdasarkan strukturnya, hidrokarbon terbagi atas : hidrokarbon alifatik : alkana (memiliki ikatan tunggal atau biasa disebut jenuh), alkena (memiliki ikatan ikatan rangkap dua atau disebut tak jenuh ), dan alkuna ( memiliki ikatan rangkap tiga atau disebut tak jenuh). Sedangkan hidrokarbon aromatik merupakan senyawa lingkar dimana strukturnya erkaitan dengan benzena yang memiliki 6 elektron pi, dimana dalam satu lingkaran terdapat enam atom.
Senyawa hidrokrbon yang
terdiri dari hidrogen dan karbon sering dikenal alkana, alkena ,dan alkuna.
Dalam kehidupan sehari-hari hidrokarbon digunakan untuk keperluan memasak dan
bahan bakar berkendaraan. reaksi senyawa hidrokarbon dapat dilalui pembakaran sempurna
maupun tidak sempurna. Contoh senyawa hidrokarbon yang digunakan sebagai bahan
bakar adalah gas, bensin, maupun minyak tanah. Melalui percobaan ini, anda
dapat mengetahui penyebab terjadinya pembakaran sempurna, ciri-ciri yang dapat
diamati secara fisik, serta faktor yang mendukung sehingga terjadi sempurna.
produk hasil pembakaran sempurna maupun tidak sempurna dapat dianalisis baik
secara fisik maupun kimia.
Dengan menggunakan alumnium klorida
sebagai katalis dapat memicu terjadi reaksi hidrokarbon, dimana katalis ini
mampu mengubah senyawa hidrokarbon yang awalnya berantai lurus menjadi
bercang-cabang. sebagai contoh seperti butan dapat berisomerisasi menjadi
isobutan yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan iso oktana atau penyusun
utama bahan bakar premium. ( http://syamsurizal.staff.unja.ac.id/2019/01/21/reaksi-reaksi-hidrokarbon/ )
Menurut Syukri (2000), karbon-karbon dari suatu senyawa hidrokarbon dapat menyatu membentuk cincin atau sebagai rantai. Atom-aton yang menyatu dalam rantai lurus merupakan hidrokarbon jenuh dan bercabang dapat ditentukan sebagai alkena. Rantai lurus pada suatu atom C pada alkana yang terikat tidak lebih dari dua atom C lain. Pada atom C cabang paling sedikit memiliki atom C yang terikat pada 3 atom C lainnya.
alkana pada rantai lurus
CH3-CH2-CH3
alkana rantai bercabang
CH3-CH-CH3
|
CH3
PAH merupakan senyawa aromatic yang memiliki 2 cincin benzene. Baik hidrokarbon aromatik maupun alifatik dapat ditemukan di estuary, daerah pantai, daerah samudra. pada daerah estuary merupakan kadar tertinggi dan merupakan habitat intrahedral. Senyawa hidrokarbon aromatik ini umumnya bersifat racun, sebagai contohnya PAH (Marsoali, 2005).Menurut Wijayaratih (2001), naftalen merupakan contoh senyawa hidrokarbon yang sering kita jumpai yang tergolong kedalam senyawa hidrokarbon aromatis polisiklik yang mengandung dua cincin benzene. Naftalen dapat menghambat respirasi terhadap mitokondria hingga memperlambat penggunaan oksigen pada beberapa organisme. Naftalen memiliki energi resonansi yang tinggi yang dapat bekerja bolak-balik yang menyebabkan keadaan naftalen stabil dan konsisten. Naftalen juga merupakan penyusun utama dari minyak bumi, industri pengawetan kayu dan batu bara.
V. ALAT DAN BAHAN
5.1 ALAT
- tabung reaksi
- lemari
- gelas kimia
- pipet tetes
- bunsen
- lemari asam
- gelas piala
5.2 BAHAN
- senyawa yang tak dikenal
- benzena
- asam nitrat pekat
- batu didih
- es
- asam sulfat pekat
- alkana
- sikloheksena
- air
- kalium permanganat 0,5%
- potongan besi
- HCl
- brom/ CCl4
VI. PROSEDUR KERJA
6.1 Brom dalam karbon tetraklorida
- dimasukkan kedalam tabung reaksi masing-masng 1mL alkana, ditambah 10-15 tetes brom , diguncang dan ditempatkan ditempat gelap serta tabung yang lain disinari lampu pijar beberapa menit. Dibandingkan kedua tabung, ditiup masing-masing mulut tabung untuk mengenal HBr yang menimbulkan asap. dapat diuji juga dengan memegang sehelai lakmus yang lembab pada mulut masing-masing tabung.
- dalam tabung reaksi yang berisi 1 mL sikloheksena ditambah 10-15 tetes brom, digoncang dan diamati hasilnya. diuji adanya pengeluaran HBr.
- kedalam taung reaksi yang berisi 1 mL benzena ditambah 1 mL brom dalam karbon tetraklorida, digoncang dan diamati hasilnya.
6.2 Brom
- kedalam tabung reaksi ditempatkan 1mL benzena. didalam tabung reaksi lain dimasukkan potongan besi, ditambah 1 mL benzena.digunakan benzena untuk menurunkan potongan besi yang menempel pada dinding tabung.
- masing-masing tabung ditambah 3 tetes brom, ditempatkan masing-masing tabung didalam gelas piala yang berisi air panas selama 15 menit. diamati warna tabung apakah ada HBr dibebaskan dan dicatat hasilnya.
- kedalam tabung reaksi diisi 1 mL larutan kalium permanganat 0,5% ditambah 5 tetes alkana pada tabung yang satu dan 5 tetes sikloheksena dengan tabung yang lain, digoyang dengan baik selama 1-2 menit dan dicatat hasilnya.
- kedalam tabung reaksi lain diisi 1 mL benzena ditambah 2 mL larutan kalium permanganat, digoncang dan diamati hasilnya.
6.4 Asam Sulfat Pekat
- dalam 2 tabung reaksi diisi 2 mL asam sulfat pekat. Dalam tabung satu ditambah 10 tetes alkana, tabung dua 10 tetes sikloheksena, digoncang dan diamati hasilnya.
- dibuang isi masing-masing tabung kedalam gelas kimia yang berisi air 50 mL.
6.5 Asam nitrat
- dikerjakan dalam lemari asam, dicampukan 0,5 mL benzena dan 4 mL asam nitrat pekat dalam tabung reaksi besar, ditambah 1 butir batu didih dan dididihkan selama 2 menit sampai menghasilkan suatu kelarutan yang homogen. dituang larutan kedalam gelas kimia yang berisi 5-10 gram es. dicatat bau yang cairan yang memisah dan dibandingkan dengan bau nitrobenzena yang terdapat pada lemari es.
6.6 Bahan tak dikenal
- diminta kepada asisten senyawa yang tak dikenal, ditentukan apakah senyawa tersebut tak jenuh, jenuh atau aromatik
Vidio yang mencakup judul praktikum ini terdapat dalam link dibawah ini:
Dari vidio didapat beberapa permasalahan yaitu:
- Dari video diatas, apa keistimewaan dari atom C ?
- Dari video tersebut, apa tujuan ditambahnya KMnO4 ? Jika keterbatasan bahan di lab tidak adanya KMnO4, bahan apa yang harus digunakan?
- Mengapa pada hasil percobaan video diatas mendapatkan hasil yang berbeda-beda? Padahal sama-sama diteteskan KMnO4

malam.saya Paulina akan membentu menjawab pertanyaan no 1 .kelebihan dari atom c ialah
BalasHapusAssalamualaikum, saya Diana Sari (A1C118096) akan mencoba menjawab pertanyaan no 2. KMnO4 digunakan sebagai pengoksidator kuat, selain permanganat(MnO4-) dapat juga menggunakan kalium kromat (K2CrO4) sebagai larutan pengoksidator. Terimakasih...
BalasHapusAssalamualaikum warahmatullahi wabarakkatuh. Perkenalkan nama saya septia misca. Akan menjawab soal nomor 3. y tentu saja hasil yang di hasilkan berbeda beda karena menggunakan sampel yg berbeda beda untuk setiap pengujian meskipun menggunakan penguji yang sama yaitu kmno4.
BalasHapusSelamat malam saya Paulina Erika Manurung Nim A1C118062 akan mencoba membantu menjawab pertanyaan no 1 keistimewaan atom c ialah kemampuan atom c untuk membentuk ikatan sesama atom c dan membentuk rantai melalui ikatan kovalen
BalasHapus