JURNAL 7 PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I
DISUSUN OLEH:
FITRIANTY
(A1C118032)
DOSEN PENGAMPU
Dr. Drs. SYAMSURIZAL, M.Si
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2020
PERCOBAAN 7
I. JUDUL : Pembuatan Sikloheksanon
II. HARI, TANGGAL : Rabu, 22 April 2020
III.TUJUAN :
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah:
- Dapat melakukan oksidasi alkohol sekunder alisiklik.
- Dapat memahami bahwa tidak hanya alkohol sekunder alifatis biasa saja yang dapat dioksidasi tetapi juga alkohol sekunder alifatik.
IV. LANDASAN TEORI
Menurut Tim Kimia Organik I (2016), salah satu contoh oksidasi alkohol sekunder alisiklis menjadi keton alisiklis dengan oksidator kalium dikromat pada suasana asam itu adalah pembuatan sikloheksanon.
Tingkat oksidasi C dalam sikloheksanol adalah 0, beda dengan sikloheksanon adalah +2. Pembuatan sikloheksanon diawali dengan tahap oksidasi dengan mengeliminasi alkil ester asam kromatnya pada suhu 55-60°C yang berdasarkan sifat fisiknya.
Rekasi eliminasi, reaksi substitusi, reaksi oksidasi, dan reaksi esterifikasi merupakan reaksi-reaksi yang terjadi dalam alkohol. Untuk membedakan antara alkohol primer, sekunder dan tersier dapat digunakan reaksi oksidasi, dimana alkohol primer dapat mengalami oksidasi menjadi aldehid dan asam karboksilat, alkohol sekunder dapat mengalami oksidasi menjadi keton, dan alkohol tersier tidak mengalami oksidasi (Fessenden, 1982).
Alkohol primer dan sekunder dapat mengalami oksidasi dengan asam kromat atau dapat juga denga kalium kalium permanganat. Dikarenakan asam kromat yang tidak stabil, hingga dibuat seperlunya. Sedangkan kalium dikromat merupakan suatu oksidator yang kuat. Pengoksidasian alkohol dalam suasana asam, misalnya alkohol primer dioksidasi menjadi asam karboksilat dan alkohol sekunder dioksidasi menjadi keton. Krom yang tidak stabil mengalami reduksi yang awalnta +6 menjadi +4 hingga +3(Nurlita, 2014).
Reaksi redoks dengan kegiatan mentransfer hidrogen dan oksigen ada pada reaksi-reaksi senyawa organik. Bertambahnya atom O pada suatu senyawa ataupun berkurangnya atom H pada senyawa berarti senyawa tersebut mengalami oksidasi. Sebaliknya, jika atom O berkurang atau atom H bertambah pada suatu senyawa, berarti senyawa tersebut mengalami reaksi reduksi (Frieda, 2000).
Tingkat oksidasi C dalam sikloheksanol adalah 0, beda dengan sikloheksanon adalah +2. Pembuatan sikloheksanon diawali dengan tahap oksidasi dengan mengeliminasi alkil ester asam kromatnya pada suhu 55-60°C yang berdasarkan sifat fisiknya.
Rekasi eliminasi, reaksi substitusi, reaksi oksidasi, dan reaksi esterifikasi merupakan reaksi-reaksi yang terjadi dalam alkohol. Untuk membedakan antara alkohol primer, sekunder dan tersier dapat digunakan reaksi oksidasi, dimana alkohol primer dapat mengalami oksidasi menjadi aldehid dan asam karboksilat, alkohol sekunder dapat mengalami oksidasi menjadi keton, dan alkohol tersier tidak mengalami oksidasi (Fessenden, 1982).
Alkohol primer dan sekunder dapat mengalami oksidasi dengan asam kromat atau dapat juga denga kalium kalium permanganat. Dikarenakan asam kromat yang tidak stabil, hingga dibuat seperlunya. Sedangkan kalium dikromat merupakan suatu oksidator yang kuat. Pengoksidasian alkohol dalam suasana asam, misalnya alkohol primer dioksidasi menjadi asam karboksilat dan alkohol sekunder dioksidasi menjadi keton. Krom yang tidak stabil mengalami reduksi yang awalnta +6 menjadi +4 hingga +3(Nurlita, 2014).
Reaksi redoks dengan kegiatan mentransfer hidrogen dan oksigen ada pada reaksi-reaksi senyawa organik. Bertambahnya atom O pada suatu senyawa ataupun berkurangnya atom H pada senyawa berarti senyawa tersebut mengalami oksidasi. Sebaliknya, jika atom O berkurang atau atom H bertambah pada suatu senyawa, berarti senyawa tersebut mengalami reaksi reduksi (Frieda, 2000).
V. ALAT DAN BAHAN
5.1 ALAT
5.1 ALAT
Adapun alat yang digunakan pada percobaan ini adalah:
- Gelas kimia
- Erlenmeyer
- Labu bundar
- Alat destilasi
- Corong
- Penangas udara
5.2 BAHAN
Adapun bahan yang diperlukan pada percobaan ini yaitu:- Kalium dikromat
- Asam sulfat pekat
- Sikloheksanol
- Petrolium eter
- Magnesium sulfat anhidrat
VI. PROSEDUR KERJA
- Dilarutkan 20,5 gr kalium dikromatpada 100 mL air dalam gelas kimia, kemudian ditambah 18 gr asam sulfat pekat, dan didinginkan campuran pada suhu 30 derajat celcius.
- dimasukkan 10 gr sikloheksanol pada erlenmeyer ditambah lartutan dikromat sedikit demi sedikit kemudian digoncang hongga tercampur dengan baik dan diamati suhu campuran.
- apabila suhu campuran 55 derajat celcius, didinginkan dengan air dingin, diatur pendinginan agar suhu tidak melebihi 60 derajat celcius, dan didinginkan diudara selama setengah jam, sambil sekali-kali digoncang.
- dipindahkan campuran reaksi kdalam labu bundar, ditambah 100 mL air, dipasang pendingin untuk destilasi hingga diperoleh 65 mL destilat yang tediri dari 2 lapisan (lapisan air dan sikloheksanol).
- dijenuhkan dengan garam NaCl sebanyak 13 gr, kemudian pisahkan lapisan atas (sikloheksanon).
- lapisan air diekstraksi dengan 3 gr magnesium sulfat anhidrat.
- disaring larutan kering pada destilasi kecil, dikeluarkan pelarutnya dengan cara destilasi diatas penangas air.
- residu sikloheksanon didestilasi diatas penangas udara, dikumpulkan fraksi didih 154-156 derajat celcius.
- ditentukan indeks biasnya dan dihitung rendemen praktis dan rendemen teoritis.
Vidio yang mencakup judul praktikum ini terdapat dalam linkm dibawah ini:
- Dari video yang telah dipaparkan, pada pembuatan sikloheksanon, jelaskan reaksi apa saja yang terjadi?
- Pada pembuatan sikloheksanon yang dijelaskan pada video tersebut, jelaskan apakah pada reaksi tersebut menggunakan katalisator? Jika iya, jelaskan perannya
- Dari video tersebut, jelaskan tujuannya campuran didestilasi?

saya akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2
BalasHapusAssalamualaikum.. saya M.Riyo Agung Kurnia NIM A1C118011. Akan membantu menjawab pertanyaan no 3. Jadi tujuan campuran d destilasi agar terbentuk 2 lapisan yaitu sikloheksanon dan air. Dengan destilasi sikloheksanon diperoleh.
BalasHapusAssalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh
BalasHapussaya Dea Ristria Ariani
NIM : A1C118003
akan mencoba menjawab permasalahan nomor 2 yang mana dari tayangan video tersebut mengenai percobaan pembuatan sikloheksanon itu menggunakan katalisator yaitu asam sulfat. asam sulfat digunakan sebagai katalisator untuk mempercepat terjadinya reaksi. yang mana asam sulfat yang direaksikan dengan kalium dikromat yang ditambahkan dengan air sebelumnya akan menghasilkan asam kromat yang merupakan oksidator yang akan bereaksi dengan sikloheksanol untuk membentuk sikloheksanon.
semoga dapat membantu.
Assalamualaikum, saya Siti Asmiyah dengan NIM A1C118094, mencoba menjawab no. 1 jadi Pembuatan sikloheksanon merupakan oksidasi alkohol sekunder siklik menjadi keton siklik dengan menggunakan kalium kromat sebagai oksidator dalam suasana asam. Reaksi pada pembuatan sikloheksanon ini merupakan reaksi oksidasi, karena alkohol yang dioksidasi karena alkohol yang dioksidasi oleh CrO3 akan berikatan dengan atom C dan gugus OH akan putus dengan melepas H+. Sekian semoga dapat membantu
BalasHapus